Selasa, 17 April 2018

Uncommon Words in English : Something at Home

Klik link yang tersedia untuk mendownload pronunciation (Pengucapan) dan spelling (Ejaan) setiap kata.

1. Aglet = Lapisan plastik pada ujung sepatu.
pronunciation : https://sites.google.com/site/ariobimasound/soundblog/aglet.mp3
spelling : https://sites.google.com/site/ariobimasound/soundblog/aglet%20spel.mp3

2. Attic = Loteng.
pronunciation : https://sites.google.com/site/ariobimasound/soundblog/attic.mp3
spelling : https://sites.google.com/site/ariobimasound/soundblog/attic%20spell.mp3

3. Bunk = Tempat tidur (Tingkat).
pronunciation : https://sites.google.com/site/ariobimasound/soundblog/bunk1.mp3
spelling : https://sites.google.com/site/ariobimasound/soundblog/bunk%20spell.mp3

4. Ceiling = Langit - langit.
pronunciation : https://sites.google.com/site/ariobimasound/soundblog/ceiling.mp3
spelling : https://sites.google.com/site/ariobimasound/soundblog/ceiling%20spell.mp3

5. Crib = Boks bayi.
pronunciation : https://sites.google.com/site/ariobimasound/soundblog/crib.mp3
spelling : https://sites.google.com/site/ariobimasound/soundblog/crib%20spell.mp3

6. Cushion = Bantal.
pronunciation : https://sites.google.com/site/ariobimasound/soundblog/cushion.mp3
spelling : https://sites.google.com/site/ariobimasound/soundblog/cushion%20spell.mp3

7. Faucet = Keran.
pronunciation : https://sites.google.com/site/ariobimasound/soundblog/faucet.mp3
seplling : https://sites.google.com/site/ariobimasound/soundblog/faucet%20spell.mp3

8. Fence = Pagar.
pronunciation : https://sites.google.com/site/ariobimasound/soundblog/fence.mp3
spelling : https://sites.google.com/site/ariobimasound/soundblog/fence%20spel.mp3

9. Hinge = Engsel.
pronunciation : https://sites.google.com/site/ariobimasound/soundblog/hinge.mp3
spelling : https://sites.google.com/site/ariobimasound/soundblog/hinge%20spel.mp3

10. Jar = Guci.
pronunciation : https://sites.google.com/site/ariobimasound/soundblog/jar.mp3
spelling : https://sites.google.com/site/ariobimasound/soundblog/jar%20spell.mp3

11. Lawnmower = Mesin Pemotong Rumput.
pronunciation : https://sites.google.com/site/ariobimasound/soundblog/lawnmower.mp3
spelling : https://sites.google.com/site/ariobimasound/soundblog/lawnmower%20spel.mp3

12. Quilt = Selimut berbahan kapas.
pronunciation : https://sites.google.com/site/ariobimasound/soundblog/quilt.mp3
spelling : https://sites.google.com/site/ariobimasound/soundblog/quilt%20spel.mp3

13. Rub = Alat Penggosok
pronunciation : https://sites.google.com/site/ariobimasound/soundblog/rub.mp3
spelling : https://sites.google.com/site/ariobimasound/soundblog/rub%20spell.mp3

14. Spade = Sekop.
pronunciation : https://sites.google.com/site/ariobimasound/soundblog/spade.mp3
spelling : https://sites.google.com/site/ariobimasound/soundblog/spade%20spell.mp3

15. Veil = Kerudung.
pronunciation : https://sites.google.com/site/ariobimasound/soundblog/veil.mp3
spelling : https://sites.google.com/site/ariobimasound/soundblog/veil%20spell.mp3

16. Yarn = Benang.
pronunciation : https://sites.google.com/site/ariobimasound/soundblog/yarn.mp3
spelling : https://sites.google.com/site/ariobimasound/soundblog/yarn%20spell.mp3

17. Dime = Uang picisan.
pronunciation : https://sites.google.com/site/ariobimasound/soundblog/dime.mp3
spelling : https://sites.google.com/site/ariobimasound/soundblog/dime%20spell.mp3

18. Cobweb = Jaring laba - laba.
pronunciation : https://sites.google.com/site/ariobimasound/soundblog/cobweb.mp3
spelling : https://sites.google.com/site/ariobimasound/soundblog/cobweb%20spel.mp3

19. Finnimbrun = Sebuah Perhiasan atau pernak - pernik.
pronunciation : https://sites.google.com/site/ariobimasound/soundblog/finniburn.mp3
spelling : https://sites.google.com/site/ariobimasound/soundblog/finnimburn%20spel.mp3

20. Lettuce = Selada.
pronunciation : https://sites.google.com/site/ariobimasound/soundblog/lettuce.mp3
spelling : https://sites.google.com/site/ariobimasound/soundblog/lettuce%20spell.mp3


Minggu, 10 Desember 2017

Pretest V-Class (KASI) Analisis Kinerja Sistem

Berikut ini adalah jawaban dari soal v-class PRETEST mata kuliah Analisis Kinerja Sistem mengenai KENDALI DAN AUDIT SISTEM INFORMASI (KASI) oleh Bu Yulia Chalri. 

Apakah maksud dari konsep 'Proses Pencapaian Tujuan' tersebut?

Konsep ‘Proses pencapaian tujuan’ adalah konsep yang muncul karena perkembangan di bidang manajemen SDM sehingga disadari pada saat ini intelektualitas tidak lagi terletak pada pucuk pimpinan tetapi terletak di lapisan bawah, dengan kata lain untuk mencapai sebuah tujuan bukan lagi hanya ditentukan oleh yang berada tingkat atas (pemimpin) akan tetapi berada ditingkat bawah karena mereka itu yang deket dengan para konsumennya sehingga mengatahui dan mengerti apa yang dibutuhkan oleh pasar. Dan mereka juga memiliki keahlian sesuai dengan bidangnya. Pengorganisasian yang paling tepat untuk kondisi seperti ini adalah pengorganisasian orkes simponi. Organisasi ini sepenuhnya akan digerakan oleh dinamika para pekerja (ujung tombak) sesuai spesialisai masing-masing.

Untuk menjaga kekompakan agar terjadi irama yang serasi dibutuhkan seorang manajer yang berfungsi sebagai konduktor. Manajer tersebut tidak lagi harus memiliki pengetahuan teknis seperti yang dimiliki pemain orkesnya, tetapi yang diperlukan hanya seorang yang mampu mengatur tempo dan menguasai tingkatan nada.


Konsep ‘Proses Pencapaian Tujuan’ ini sendiri merupakan suatu kegiatan yang memiliki tujuan dengan menggunakan perencanaan, pengarahan, pengorganisasian dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efisien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisasi, dan sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Sedangkan orang yang bertanggung jawab terhadap terlaksananya suatu tujuan atau berjalannya suatu kegiatan manajemen disebut manajer.

Posttest V-Class (COBIT) Analisis Kinerja Sistem

Berikut ini adalah jawaban dari soal v-class POSTTEST mata kuliah Analisis Kinerja Sistem mengenai Control Objective for Information and related Technology (COBIT)  oleh Bu Yulia Chalri. 

Tools lain untuk melakukan audit TI (Teknologi Informasi) :
Tool-tool yang dapat digunakan untuk membantu pelaksanaan Audit Teknologi Informasi. Tidak dapat dipungkiri, penggunaan tool-tool tersebut memang sangat membantu Auditor Teknologi Informasi dalam menjalankan profesinya, baik dari sisi kecepatan maupun akurasinya.
Berikut beberapa software yang dapat dijadikan alat bantu dalam pelaksanaan audit teknologi informasi
1. ACL
ACL (Audit Command Language) merupakan sebuah software CAAT (Computer Assisted Audit Techniques) yang sudah sangat populer untuk melakukan analisa terhadap data dari berbagai macam sumber.
ACL for Windows (sering disebut ACL) adalah sebuah software TABK (TEKNIK AUDIT BERBASIS KOMPUTER) untuk membantu auditor dalam melakukan pemeriksaan di lingkungan sistem informasi berbasis komputer atau Pemrosesan Data Elektronik.
2. Picalo
Picalo merupakan sebuah software CAAT (Computer Assisted Audit Techniques) seperti halnya ACL yang dapat dipergunakan untuk menganalisa data dari berbagai macam sumber.Picalo bekerja dengan menggunakan GUI Front end, dan memiliki banyak fitur untuk ETL sebagai proses utama dalam mengekstrak dan membuka data, kelebihan utamanya adalah fleksibilitas dan front end yang baik hingga Librari Python numerik.
Berikut ini beberapa kegunaannya :
· Menganalisis data keungan, data karyawan
· Mengimport file Excel, CSV dan TSV ke dalam databse
· Analisa event jaringan yang interaktif, log server situs, dan record sistem login
· Mengimport email kedalam relasional dan berbasis teks database
· Menanamkan kontrol dan test rutin penipuan ke dalam sistem produksi.
3. Powertech Compliance Assessment
Powertech Compliance Assessment merupakan automated audit tool yang dapat dipergunakan untuk mengaudit dan mem-benchmark user access to data, public authority to libraries, user security, system security, system auditing dan administrator rights (special authority) sebuah serverAS/400.
4. Nipper 
Nipper merupakan audit automation software yang dapat dipergunakan untuk mengaudit dan mem-benchmark konfigurasi sebuah router.
Nipper (Jaringan Infrastruktur Parser) adalah alat berbasis open source untuk membantu profesional TI dalam mengaudit, konfigurasi dan mengelola jaringan komputer dan perangkat jaringan infrastruktur.

5. Nessus
Nessus merupakan sebuah vulnerability assessment software, yaitu sebuah software yang digunakan untuk mengecek tingkat vulnerabilitas suatu sistem dalam ruang lingkup keamanan yang digunakan dalam sebuah perusahaan
6. Metasploit
Metasploit Framework merupakan sebuah penetration testing tool, yaitu sebuah software yang digunakan untuk mencari celah keamanan.
7. NMAP
NMAP merupakan open source utility untuk melakukan security auditing. NMAP atau Network Mapper, adalah software untuk mengeksplorasi jaringan, banyak administrator sistem dan jaringan yang menggunakan aplikasi ini menemukan banyak fungsi dalam inventori jaringan, mengatur jadwal peningkatan service, dan memonitor host atau waktu pelayanan. Secara klasik Nmap klasik menggunakan tampilan command-line, dan NMAP suite sudah termasuk tampilan GUI yang terbaik dan tampilan hasil (Zenmap), fleksibel data transfer, pengarahan ulang dan tools untuk debugging (NCAT) , sebuah peralatan untuk membandingan hasil scan (NDIFF) dan sebuah paket peralatan analisis untuk menggenerasikan dan merespon (NPING)
8. Wireshark
Wireshark merupakan aplikasi analisa netwrok protokol paling digunakan di dunia, Wireshark bisa mengcapture data dan secara interaktif menelusuri lalu lintas yang berjalan pada jaringan komputer, berstandartkan de facto dibanyak industri dan lembaga pendidikan.

Pretest V-Class (COBIT) Analisis Kinerja Sistem

Berikut ini adalah jawaban dari soal v-class PRETEST mata kuliah Analisis Kinerja Sistem mengenai Control Objective for Information and related Technology (COBIT)  oleh Bu Yulia Chalri. 

COBIT adalah merupakan kerangka panduan tata kelola TI dan atau bisa juga disebut sebagai toolset pendukung yang bisa digunakan untuk menjembatani gap antara kebutuhan dan bagaimana teknis pelaksanaan pemenuhan kebutuhan tersebut dalam suatu organisasi. COBIT memungkinkan pengembangan kebijakan yang jelas dan sangat baik digunakan untuk IT kontrol seluruh organisasi, membantu meningkatkan kualitas dan nilai serta menyederhanakan pelaksanaan alur proses sebuah organisasi dari sisi penerapan IT.
Cobit berorientasi proses, dimana secara praktis Cobit dijadikan suatu standar panduan untuk membantu mengelola suatu organisasi mencapai tujuannya dengan memanfaatkan IT. Cobit memberikan panduan kerangka kerja yang bisa mengendalikan semua kegiatan organisasi secara detail dan jelas sehingga dapat membantu memudahkan pengambilan keputusan di level top dalam organisasi.
COBIT digunakan secara umum oleh mereka yang memiliki tanggung jawab utama dalam alur proses organisasi, mereka yang organisasinya sangat bergantung pada kualitas, kehandalan dan penguasaan teknologi informasi.
Cobit memiliki 4 Cakupan Domain :
  1. Perencanaan dan Organisasi (Plan and Organise)
Domain ini mencakup strategi dan taktik yang menyangkut identifikasi tentang bagaimana TI dapat memberikan kontribusi terbaik dalam pencapaian tujuan bisnis organisasi sehingga terbentuk sebuah organisasi yang baik dengan infrastruktur teknologi yang baik pula.
  1. Pengadaan dan Implementasi (Acquire and Implement)
Untuk mewujudkan strategi TI, solusi TI perlu diidentifikasi, dibangun atau diperoleh dan kemudian diimplementasikan dan diintegrasikan dalam proses bisnis.
  1. Pengantaran dan Dukungan (Deliver and Support)
Domain ini berhubungan dengan penyampaian layanan yang diinginkan, yang terdiri dari operasi pada security dan aspek kesinambungan bisnis sampai dengan pengadaan training.
  1. Pengawasan dan Evaluasi (Monitor and Evaluate)
Semua proses TI perlu dinilai secara teratur dan berkala bagaimana kualitas dan kesesuaiannya dengan kebutuhan kontrol.

Posttest V-Class (KASI) Analisis Kinerja Sistem

Berikut ini adalah jawaban dari soal v-class POSTTEST mata kuliah Analisis Kinerja Sistem mengenai KENDALI DAN AUDIT SISTEM INFORMASI (KASI) oleh Bu Yulia Chalri. 

Area Pengendalian TI ada 15 yaitu :
  1. Integritas Sistem
  2. Manajemen Sumber Daya (Perencanaan Kapasitas)
  3. Pengendalian Perubahan S/W Aplikasi dan S/W sistem
  4. Backup dan Recovery
  5. Contigency Planning
  6. System S/W Support
  7. Dokumentasi
  8. Pelatihan atau Training
  9. Administrasi
  10. Pengendalian Lingkungan dan Keamanan Fisik
  11. Operasi
  12. Telekomunikasi
  13. Program Libraries
  14. Application Support (SDLC)
  15. Pengendalian Mikrokomputer
Penjelasan masing-masing area :
  1. Integritas Sistem
  • Ketersediaan dan kesinambungan sistem komputer untuk user
  • Kelengkapan, Keakuratan, Otorisasi, serta proses yg auditable
  • Persetujuan dari user atas kinerja sistem yang di inginkan
  • Preventive maintenance agreements untuk seluruh perlengkapan
  • Kesesuaian kinerja antara S/W dan jaringan dengan yang diharapkan
  • Serta adanya program yang disusun untuk operasi secara menyeluruh
  2. Manajemen Sumber Daya
  • Faktor-faktor yang melengkapi integritas siste
  • Yaitu meyakini kelangsungan (ongoing) H/W, S/W, SO, S/W aplikasi, dan komunikasi jaringan komputer, telah di pantau dan dikelola pada kinerja yang maksimal namun tetap dengan biaya yang wajar
  • Hal-hal tersebut di dokumentasikan secara formal, demi proses yang berkesinambungan
  3. Pengendalian Perubahan S/W Aplikasi dan S/W sistem
  • Menentukan adanya keterlibatan dan persetujuan user dalam hal adanya perubahan terhadap s/w aplikasi dan s/w sistem
  • Setiap pengembangan dan perbaikan aplikasi harus melalui proses formal dan di dokumentasikan serta telah melalui tahapan-tahapan pengembangan sistem yang dibakukan dan disetujui
  4. Backup dan Recovery
  • Demi kelangsungan usaha, harus tersedia data processing disaster recovery planning (rencana pemulihan data dan pusat sistem informasi apabila terjadi kehancuran),
  • Baik berupa backup dan pemulihan normal, maupun rencana contingency untuk kerusakan pusat SI (lokasi gedung, peralatanya, SDM-nya maupun manualnya).
  5.Contigency Planning
  • Perencanaan yang komprehenshif di dalam mengantisipasi terjadinya ancaman terhadap fasilitas pemrosesan SI
  • Dimana sebagian besar komponen utama dari disaster recovery plan telah dirumuskan dengan jelas, telah di koordinasikan dan disetujui, seperti critical application systems, identifikasi peralatan dan fasilitas penunjang H/W, sistem S/W dan sebagainya.
  6. System S/W Support
  • Pengukuran pengendalian dalam pengembangan, penggunaan, dan pemeliharaan dari S/W SO, biasanya lebih canggih dan lebih cepat perputarannya dibandingkan dengan S/W aplikasiDengan ketergantungan yang lebih besar kepada staf teknik untuk integritas fungsionalnya
  • Pengukuran kendali pengamanan aplikasi individu maupun pengamanan logika sistem secara menyeluruh (systemwide logical security)
  7. Dokumentasi
  • Integritas dan ketersediaan dokumen operasi, pengembangan aplikasi, user dan S/W sistem
  • Diantaranya dokumentasi program dan sistem, buku pedoman operasi dan schedule operasi,
  • Untuk setiap aplikasi sebaiknya tersedia dokumentasi untuk tiap jenjang user.
   8. Pelatihan atau Training
  • Adanya penjenjagan berdasarkan kemampuan untuk seluruh lapisan manajemen dan staf, dalam hal penguasaannya atas aplikasi-aplikasi dan kemampuan teknisnya
  • Serta rencana pelatihan yang berkesinambungan
  9. Administrasi
  • Struktur organisasi dan bagannya, rencana strategis, tanggungjawab fungsional, job description, sejalan dengan metoda job accounting dan/atau charge out yang digunakan
  • Termasuk didalamnya pengukuran atas proses pengadaan dan persetujuan untuk semua sumber daya SI.
 10. Pengendalian Lingkungan dan Keamanan Fisik
  • Listrik, peyejuk udara, penerang ruangan, pengaturan kelembaban, serta kendali akses ke sumber daya informasi
  • Pencegahan kebakaran, ketersediaan sumber listrik cadangan,
  • Juga pengendalian dan backup sarana telekomunikasi
  11. Operasi
  • Diprogram untuk merespon permintaan/keperluan SO
  • Review atas kelompok SO berdasarkan job schedulling, review yang terus-menerus terhadap operator, retensi terhadap console log message, dokumentasi untuk run/restore/backup atas seluruh aplikasi
  • Daftar personel, dan nomor telepon yang harus dihubungi jika muncul masalah SO, penerapan sistem sift dan rotasi serta pengambilan cuti untuk setiap operator.
 12. Telekomunikasi
  • Review terhadap logical and physical access controls,
  • Metodologi pengacakan (encryption) terhadap aplikasi electronic data interchange (EDI)
  • Adanya supervisi yang berkesinambungan terhadap jaringan komputer dan komitmen untuk ketersediaan jaringan tersebut dan juga redundansi saluran telekomunikasi.
 13. Program Libraries
  • Terdapat pemisahan dan prosedur pengendalian formal untuk application source code dan compiled production program code dengan yang disimpan di application test libraries development
  • Terdapat review atas prosedur quality assurance.
 14. Application Support
  • Bahwa proses tetap dapat berlangsung walaupun terjadi kegagalan sistem
  • Sejalan dengan kesinambungan proses untuk inisiasi sistem baru, manajemen
  • proyek, proses pengujian yang menyeluruh antara user dan staf SI
  • Adanya review baik formal maupun informal terhadap tingkat kepuasan atas SDLC yang digunakan.
 15. Microcomputer Controls
  • Pembatasan yang ketat dalam pengadaan, pengembangan aplikasi, dokumentasi atas aplikasi produksi maupun aplikasi dengan misi yang kritis, sekuriti logika, dan fisik terhadap microcomputer yang dimiliki,
  • Serta pembuatan daftar inventaris atas H/W, S/W, serta legalitas dari S/W untuk menghindari tuntutan pelanggaran hak cipta.

Senin, 20 November 2017

Posttest V-Class Analisis Kinerja Sistem

      MANAJEMEN KONTROL KEAMANAN 
      Berikut ini adalah jawaban dari soal v-class POSTTEST mata kuliah Analisis Kinerja Sistem oleh Bu Yulia Chalri.
        Langkah-langkah utama pelaksanaan program keamanan untuk melindungi aset sistem informasi terdiri dari :
Gambar 1. Langkah Utama Program Keamanan

1.       Persiapan Rencana Pekerjaan (Preparation of a Project Plan)
            Perencanaan proyek untuk tinjauan keamanan mengikuti item sebagai berikut:
  • Tujuan review
  • Ruang lingkup review
  • Tugas yang harus dipenuhi
  • Organisasi dari tim proyek
  • Sumber anggaran (pendanaan)
  • Jadwal untuk menyelesaikan tugas
2.      Identifikasi Kekayaan (Identification of Asset)
            Kategori asset:
  • Personel (pengguna akhir, analis, programmer, operator, pegawai, security)
  • Harsware (mainframe, minicomputer, microcomputer, disk, printer, communication lines, concentrator, terminal)
  • Dokumentasi (sistem dan program, basis data, rencana dasar, insuransi, kontrak)
  • Persediaan (alat-alat yang dapat dicairkan, kertas, tape, kaset)
  • Data/informasi (file asli, file transaksi, file arsip)
  • Software aplikasi (debitor, creditor, sales, inventory)
  • Sistem Software (compilers, utilitas, DBMS, sistem operasi, software komunikasi, spreadsheets)

3.      Penilaian Kekayaan (Valuation of Asset)
            Mengukur penilaian kekayaan dengan cara penilaian kekayaan yang hilang (lost), waktu periode untuk perhitungan atas hilangnya kekayaan, dan umur asset.
Gambar 2. Penilaian Kekayaan.
4.      Identifikasi Ancaman-ancaman (Threats Identification)

Gambar 3. Ancaman.

        Sumber ancaman Eksternal: 
  • Kejadian alami (Nature / acts of god)
  • h/w suppliers
  • s/w suppliers
  •  kontaktor
  • suppliers sumber daya lainnya
  • competitor (sabotase, pengintaian, perkara hokum, masalah finansial secara wajar ataupun tidak terhadap competitor)
  • hutang dan hak pemilik
  • perpaduan (pelanggaran, sabotase, gangguan)
  • pemerintahan
  • lingkungan (gangguan, publisitas yang kurang baik)
  • criminal/hackers (pencurian, sabotase, pengintaian, pemerasan) 

        Sumber ancaman Internal:
  • manajemen (kesalahan dalam penyediaan sumber daya, perencanaan dan control yang tidak cukup)
  • pegawai (kesalahan pemakai, pencurian, penipuan, sabotase, pemerasan, penggunaan layanan yang tidak sah)
  • sistem yang tidak stabil (kesalahan hardware, kesalahan software, kesalahan fasilitas)

5.   Penilaian Kemungkinan Ancaman (Threats Likelihood Assessments)
            Sebagai contoh, perusahaan asuransi dapat menyediakan informasi tentang kemungkinan terjadinya kebakaran api dalam satu waktu periode tertentu.
6.      Analisis Expose (Exposures Analysis)
            Tahap analisis expose terdiri dari 4 tugas, yaitu:
  • Identifikasi control ditempat
  • Penilaian keandalan control ditempat
  • Evaluasi kemungkinan bahwa insiden ancaman akan berhasil
  • Menilai kerugian yang dihasilkan dari ancaman

7.      Mengatur Kontrol (Adjust Controls)
       Cukupannya meliputi cara mengelola resiko, termasuk kebijakan, prosedur, pedoman, praktek atau struktur organisasi yang dapat di administrasikan, secara teknis, manajemen, atau sifat hukum. 
8. Persiapan Laporan Keamanan (Prepare of Security Report)
     Insiden keamanan informasi akan dikomunikasikan dengan cara yang memungkinkan tindakan korektif yang tepat waktu yang akan diambil. Pelaporan insiden formal dan prosedur tambahan akan dibentuk dan dikomunikasikan kepada semua pengguna. Tanggung jawab dan prosedur akan dibentuk untuk menangani insiden keamanan informasi setelah pelaporan.

Minggu, 19 November 2017

Pretest V-Class Analisis Kinerja Sistem

MANAJEMEN KONTROL KEAMANAN

Berikut ini adalah jawaban dari soal v-class PRETEST mata kuliah Analisis Kinerja Sistem oleh Bu Yulia Chalri.
Untuk mengamankan suatu Sistem Informasi yang perlu dilindungin adalah asset Sistem Informasi yang terbagi menjadi 2 klasifikasi, yaitu:
    1. Aset Fisik, meliputi : 
           a. Personnel 
           b. Hardware (termasuk  media penyimpanan, dan periperalnya) 
           c. Fasilitas 
           d. Dokumentasi dan  
           e. Supplies 
    2. Aset Logika 
           a. Data / Informasi dan 
           b. Sofware (Sistem dan Aplikasi)  

Selain itu, menurut David Icove ada Empat tipe keamanan komputer berdasarkan lubang keamanannya. Antara lain sebagai berikut:
  1. Keamanan yang bersifat fisik ( physical security ) Termasuk akses orang ke gedung, peralatan, atau media yang digunakan. Beberapa contoh kejahatan jenis ini adalah sebagai berikut
    • Berkas-berkas dokumen yang telah dibuang ke tempat sampah yang mungkin memuat informasi password dan username.
    • Pencurian komputer dan laptop
    • Serangan yang disebut dengan DDos Attack / denial of service
    • Pemutusan jalur listrik sehingga tidak berfungsi secara fisik.
    • Pembajakan pesawat pada saat tragedy world trade centre.
    • Keamanan yang berhubungan dengan orang ( personal security ).
  2. Tipe keamanan jenis ini termasuk kepada identifikasi, profile resiko dari pekerja di sebuah perusahaan. Dalam dunia keamanan informasi salah satu factor terlemah adalah dari tipe jenis ini. Hal ini disebabkan manusia bukanlah mesin sehingga kadangkala pekerjaannya tidak terstruktur dan dapat di kelabui. Kejahatan jenis ini sering menggunakan metode yang disebut dengan social engineering .Keamanan dari data dan media serta teknik komunikasi (Communication security).
  3. Tipe keamanan jenis ini banyak menggunakan kelemahan yang ada pada perangkat lunak, baik perangkat lunak aplikasi ataupun perangkat lunak yang diugunakan dalam mengelola sebuah database.
  4. Keamanan dalam operasi ( management security ) Kebijakan atau policy adalah hal terpenting yang harus di perhatikan sebuah perusahaan dalam memelihara asset teknologi dan bisnis mereka apabila ingin aman dari serangan hacker. Kebijakan digunakan untuk mengelola sistem keamanan , prosedur sebelum maupun setelah serangan terjadi, mempelajari manajemen resiko seperti dampak dan akibat dari sebuah serangan.Banyak perusahaan terutama di Indonesia tidak memiliki standard prosedur bagi keamanan sistem informasi. Untuk itu beberapa bagian dari buku ini akan banyak membahas tentang implementasi dari standard pelaksanaan keamanan sistem informasi bagi perusahaan yang diambil dari ISO 27001.

Sabtu, 07 Januari 2017

Flowchart “Sistem Pakar Identifikasi Penyakit Tanaman Bawang Merah Menggunakan Metode Teorema Bayes”

Flowchart
“Sistem Pakar Identifikasi Penyakit Tanaman Bawang Merah Menggunakan Metode Teorema Bayes”

Disusun oleh
Ario Bima Abdullah
M. Irfan Hidayat

Flowchart diambil dari penelitian Ardhini Warih Utami dan Ricco Shehelmiaji Putra dengan sedikit revisi.





Pada Gambar Flowchart di atas, menjelaskan alur user. Tahap awal adalah user harus memilih daftar atau login, jika user memilih daftar, maka user harus memasukkan data identitas terlebih dahulu. Jika user memilih login, maka user harus memasukkan ID user. Langkah kedua, setelah user mengisi data identitas, user akan masuk pada halaman menu diagnosa untuk memulai proses diagnosa dengan memilih gejala yang diderita bawang merah. Jika User sudah pernah melakukan diagnosa, user tidak lagi untuk mengisi data baru cukup dengan ID yang sudah ada. Langkah ketiga menghitung rumus dengan menggunakan metode Teorema Bayes. Kemudian output memberikan hasil diagnosa penyakit yang diderita bawang merah. User bisa mendiagnosis ulang setelah keluar hasil diagnosa penyakit pada bawang merah tersebut, dan juga user bisa print out hasil diagnosis tersebut.

Sumber:

Sabtu, 19 November 2016

Riview Jurnal "SISTEM PAKAR IDENTIFIKASI PENYAKIT TANAMAN BAWANG MERAH MENGGUNAKAN METODE TEOREMA BAYES”

Review
Jurnal Manajemen Informatika, Volume 04 Nomor 01 Tahun 2015 46 – 50

Judul
“SISTEM PAKAR IDENTIFIKASI PENYAKIT TANAMAN BAWANG MERAH MENGGUNAKAN METODE TEOREMA BAYES”

Penulis
Ardhini Warih Utami
(JurusanTeknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya)
Ricco Shehelmiaji Putra
(D3 Manajemen Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya)




Pendahuluan

           Pada jurnal ini menjelaskan menyangkut bidang pertanian khususnya pada tanaman bawang. Dalam jurnal ini menjelaskan bahwa dalam usaha penanaman  bawang  merah  penyakit merupakan salah satu resiko yang harus dihadapi oleh petani. Untuk  itu  diperlukan  pendiagnosaan  terhadap penyakit pada tanaman bawang merah memang harus dilakukan secepat dan  seakurat mungkin, dikarenakan penyakit pada tanaman tersebut dapat dengan cepat menyebar serta menyerang keseluruh lahan pertanian.
Dalam hal tersebut diperlukan seorang expert (pakar) untuk mendiagonosa dan menentukan  jenis penyakit serta memberikan contoh cara pengendalian guna mendapatkan solusi terbaik. Demikian pula jika ditemukan adanya jenis penyakit baru pada tanaman tersebut, maka seorang pakar harus melakukan penelitian guna mendapatkan keterangan- keterangan dari penyakit baru tersebut dan secepat  mungkin  memberikan  sosialisasi  kepada  para  petani  atau   kelompok tani mengenai jenis penyakit baru tersebut beserta cara penanganannya. Pada jurnal ini studi kasusnya pada penduduk didaerah Kecamatan Maron Kabupaten Probolinggo bekerja pada sektor pertanian.



Masalah

            Masalah yang diangkat atau yang disajikan  dalam jurnal ini adalah banyaknya penyakit yang menyerang tanaman  bawang  merah.  Sehingga diperlukan  pendiagnosaan  terhadap penyakit pada tanaman bawang merah memang harus dilakukan secepat dan  seakurat mungkin, dikarenakan penyakit pada tanaman tersebut dapat dengan cepat menyebar serta menyerang keseluruh lahan pertanian.
Pada jurnal ini di jelaskan bahwa Dalam hal ini peran seorang expert (pakar) sangat diandalkan untuk mendiagonosa dan menentukan  jenis penyakit serta memberikan contoh cara pengendalian guna mendapatkan solusi terbaik. Namun keterbatasan yang dimiliki seorang pakar yang menjadi kendala bagi para petani yang  akan melakukan konsultasi guna menyelesaikan suatu permasalahan untuk  mendapatkan solusi terbaik.



Solusi

Menurut jurnal ini solusi dari permasalahan diatas adalah dengan membuat Sistem Pakar yang dapat dijadikan sebagai sarana untuk konsultasi, sarana pembelajaran di  sebuah instansi Dinas Pertanian , Laboratorium Pertanian  dan Balai Penyuluhan Pertanian serta dapat dijadikan sebagai alat bantu bagi seorang pakar dalam mendiagnosa dan mensosialisasikan penyakit jenis tanaman hortikultura.
Dengan sistem pakar ini pula Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Maron khususnya dan Kelompok Tani di Desa Suko daerah kecamatan Maron dapat membantu solusi terbaik kepada para petani yang tengah mengalami permasalahan mengenai penyakit  tanaman bawang tanpa bergantung sepenuhnya terhadap  seorang pakar serta dapat berbagi informasi atau pengetahuan antar sesama petani berdasarkan sistem pakar tersebut. 
Dalam perancangannya, aplikasi sistem pakar tersebut dapat mengidentifikasi penyakit bawang merah berdasarkan gejala yang dipilih serta dapat memberikan hasil kesimpulan berupa hasil diagnosa penyakit bawang merah berupa jenis penyakit, pengobatan, pengendalian dan tingkat keyakinan yang merupakan perhitungan dari metode Teorema bayes. 
Teorema Bayes merupakan satu dari cabang teori statistik matematik yang memungkinkan kita untuk membuat satu model ketidakpastian dari suatu kejadian yang terjadi dengan menggabungkan pengetahuan umum dengan fakta dari hasil pengamatan. Teorema Bayes mempunyai beberapa kelebihan, yaitu mudah untuk dipahami, hanya memerlukan pengkodean yang sederhana, dan lebih cepat dalam penghitungan.


Komentar

Keuntungan:

            Dengan perancangan aplikasi sistem pakar tersebut dapat membantu para petani untuk memebrikan solusi terbaik mengenai permasalahan penyakit  tanaman bawang merah tanpa bergantung sepenuhnya terhadap  seorang pakar. Selain itu, sesama petani dapat saling berbagi informasi dan pengetahuan berdasarkan sistem pakar tersebut.

Kelemahan:

            Dalam Sistem pakar tersebut hanya menggunakan metode Toerema Bayes, sebaiknya system pakar tersebut dapat menggunakan metode selain Teorema Bayes. Selain itu masih perlunya penambahan data penyakit yang lebih kompleks mengenai penyakit bawang merah.


Sumber:

http://server2.docfoc.us/uploads/Z2015/12/17/U6vUttHfmo/ab93e246534dc5acdff3612489b2e29c.doc


Senin, 25 Januari 2016

Analisis Pendapatan Nasional dengan Perekonomian Tertutup Dua Sektor

Analisis Pendapatan Nasional dengan Perekonomian Tertutup Dua Sektor
Perekonomian tertutup dua sekto merupakan perekonomian yang tidak adanya hubungan dengan Negara lain dan tidak adanya campur tangan pemerintah, baik berupa pungutan pajak, pembayaran transfer pemerintah ataupun yang berbentuk pengeluaran konsumsi. Dalam perekonomian tertutup sederhana ini pengeluaran masyarakat seluruhnya pada tiap satuan waktu akan terdiri dari pengeluaran untuk konsumsi rumah tangga dan pengeluaran untuk investasi. Pihak-pihak yang terlibat dalam perekonomian tertutup ini adalah rumah tangga (pihak konsumen) dan perusahaan atau pihak swasta ( produsen) tanpa campur tangan pemerintah baik berupa pungutan pajak, pembayaran transfer pemerintah ataupun yang berbentuk pengeluaran konsumsi dan juga tidak berhubungan dengan perekonomian internasional baik ekspor maupun impor. Terdapat dua model analisis perekonomian tertutup sederhana yaitu:


A. Model Analisis dengan Variabel Investasi dan Tabungan
B. Model Analisis dengan Angka Pengganda
A. Model anlalisis dengan variabel investasi dan tabungan

Pada model ini, muncul dua aktifitas ekonomi yang baru yaitu, tabungan dan investasi. Tabungan rumah tangga dianggap kebocoran dalam arus melingakar, karena dapat mengurangi kemampuan dari pendapatan secara riil apabila digunakan untuk kegiatan lain seperti konsumsi. Namun Tabungan tersebut tidaklah dianggap kebocoran apabila digunakan sebagai investasi.Tabungan yang semula mengurangi pendapatan nasional, apabila digunakan sebagai investasi justru akan menjadi injeksi, karena Investasi ini dapat menambah pendapatan nasional.

Jika digambarkan dalam arus melingkar seperti gambar diatas maka dapat disimpulkan jika kedua pihak saling terkait satu sama lain. Adapun analisisnya adalah sbb:
·         Sektor rumah tangga
       Sektor rumah tangga memiliki faktor produksi yang dibutuhkan untuk proses produksi barang dan jasa. Faktor produksi tersebut adalah kesediaan untuk bekerja (tenaga kerja), barang modal, uang, tanah dan skill. Dan untuk menanggung resiko atas faktor produksi yang diberikan sektor rumah tangga tersebut, sektor perusahaan memberikan gaji untuk kesediaan bekerja, pendapatan bunga untuk kesediaan meminjamkan uang, pendapatan sewa untuk kesediaan memberikan barang modal, dan pembagian keuntungan untuk saham yang ditanamkan. semuanya itu (garis b) merupakan aliran pendapatan bagi sektor rumah tangga yang berasal dari sektor perusahaan.

·         Sektor perusahaan
       Sektor perusahaan menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh sektor rumah tangga. Aliran pengeluaran sektor rumah tangga (garis c) merupakan aliran pendapatan bagi sektor perusahaan. Namun diluar itu sektor perusahaan juga membutuhkan faktor produksi dari rumah tangga (garis a). Sehingga inti dari adanya sektor perusahaan adalah berusaha mencari peluang keuntungan dengan melihat kebutuhan yang dibutuhkan oleh sektor rumah tangga namun dengan menggunakan kembali sumber daya faktor produksi yang tersedia dari sektor rumah tangga untuk memproduksi barang / jasa untuk mewujudkan kebutuhan yang dibutuhkan tersebut.
Bagi sektor rumah tangga, dalam berkonsumsi pihak ini tidak sepenuhnya menggunakan penghasilan yang didapat untuk membeli barang dan jasa. Namun sebagian dari pendapatan tersebut biasanya dipergunakan untuk investasi dan tabungan.

Tabungan

Menurut Undang-undang No 10 Tahun 1998 Tentang Perbankan, Tabungan adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro, dan /atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu. Dalam ekonomi makro, tabungan adalah pendapatan masyarakat yang tidak digunakan untuk kegiatan konsumsi. Kita dapat mengetahui hubungan tabungan dengan pendapatan nasional dengan menggunakan fungsi tabungan. Fungsi tabungan adalah suatu fungsi yang menggambarkan hubungan antara tingkat tabungan rumah tangga dan pendapatan nasional dalam perekonomian.
S = -a + (1-b)Y
keterangan :
a = konsumsi rumah tangga secara nasional pada saat pendapatan nasional = 0
b = kecondongan konsumsi marginal (MPC)
C = tingkat konsumsi
S = tingkat tabungan
Y = tingkat pendapatan nasional.
Contoh kasus :
Keluarga pak Ahmad mempunyai penghasilan Rp. 7.000.000,00 sebulan, dengan pola konsumsi yang dinyatakan dengan fungsi C = 1.000.000 + 0,80Y. Berdasarkan data tersebut, hitunglah besarnya tabungan keluarga ibu Tutik.
Pembahasan : Untuk mengetahui besarnya nilai tabungan (S) maka langkah pertama yang harus kita lakukan adalah merubah fungsi konsumsi ke dalam fungsi tabungan kemudian memasukan nilai pendapatan (Y) ke dalam fungsi tabungan.
C = 1.500.000 + 0,80Y
maka fungsi tabungannya adalah :
S = -a + (1-MPC)Y
S = – 1.500.000 + (1-0,80)Y
S = – 1.000.000 + 0,20Y

Untuk mencari besarnya tabungan (S) ibu tutik maka kita masukan nila Y kedalam fungsi tabungan :
S = -1.000.000 + 0,20(8.000.000)
S = -1.500.000 + 1.600.000
S = 100.000
Jadi besarnya Tabungan keluarga ibu Tutik adalah Rp.900.000,00 

Investasi

Investasi yang lazim disebut sebagai penanaman modal merupakan pengeluaran perusahaan untuk membeli barang-barang dan perlengkapan-perlengkapan produksi untuk menambah kemampuan memproduksi barang/jasa yang tersedia dalam perekonomian. Pada prakteknya, pencatatan nilai penanaman modal dilakukan dalam satuan tahun. Yang termasuk investasi adalah sebagai berikut :
·         Pembelian berbagai jenis barang modal, yaitu mesin-mesin dan peralatan produksi lainnya untuk mendirikan berbagai jenis industri perusahaan.
·         Pengeluaran untuk mendirikan rumah tempat tinggal, bangunan kantor, bangunan pabrik, dan bangunan-bangunan lainnya.
·         Pertambahan nilai stok barang-barang yang belum terjual, bahan mentah, dan barang yang masih dalam proses produksi pada akhir tahun penghitungan pendapatan nasional.
Dalam perekonomian tertutp, perhitungan pendapatan keseimbangan 2 sektor terdiri dari variabel konsumsi (C) dan investasi(I).
Y = C + I
(C = a + by)
Y = (a + by) + I
Y = a + by + I
Y – by = a + I
(1 – b)Y = a + I
Y = a + I/1 – b
Contoh: Dimisalkan (dalam milyar rupiah) fungsi konsumsi (C) = 20 + 0,75Y dan besarnya investasi (I) = 10, maka besarnya pendapatan nasional dengan pendekatan 2 sektor adalah sebagai berikut.
Jawab:
Y = (a + I)/(1 – b)
= (20 + 10)/(1– 0,75)
= 30/0,25
= 120 milyar rupiah

B. Angka Pengganda

Angka pengganda atau multiplier adalah hubungan kausal antara variabel tertentu dengan variabel pendapatan nasional. Jika angka pengganda tersebut memepunyai angka yang tinggi, maka dengan perubahanyang terjadi pada variabel tersebut akan memengaruhi angka terhadap tingkat pendapatan nasional yang besar juga, dan sebaliknya. Perubahan pendapatan anasional itu ditunjukan oleh suatu anagka pelipat yang disebut dengan koefisien multiplier. Proses multiplier adalah adanya perubahan pada variabel investasi menyababkan pengeluaran agregat menjadi berubah. Namun dari keseombangan pendapatan nasional tidak sebesar pertambahan investasi tersebut.
Rumus : 

Contoh:
Dimisalkan (dalam milyar rupiah) fungsi konsumsi (C) = 20 + 0,75Y dan besarnya investasi (I) = 10, maka pendapatan keseimbangan sebesar 120. Apabila terdapat tambahan investasi sebesar 2, maka pendapatan sekarang adalah sebagai berikut:
Jawab:
∆Y = K . ∆I
∆Y = 4 . 2 = 8
Ysekarang = Ysebelum + Tambahan Y (∆Y)
Ysekarang = 120 + 8 = 128 milyar rupiah


Hubungan antara Pertumbuhan Ekonomi, Inflasi dan Pengangguran
Pengertian Pertumbuhan Ekonomi      

Secara umum, pertumbuhan ekonomi didefinisikan sebagai peningkatan dalam kemampuan dari suatu perekonomian dalam memproduksi barang dan jasa. Dengan kata lain, pertumbuhan ekonomi lebih menunjuk pada perubahan yang bersifat kuantitatif dan biayanya diukur dengan menggunakan data produk domestic bruto(PDB) atau pendapatan output per kapita. Produk domestic bruto (PDB) adalah total nilai pasar dari barang-barang akhir dan jasa-jasa yang dihasilkan dalam suatu perekonomian selama kurun waktu tertentu (biasanya satu tahun). Tingkat pertumbuhan ekonomi menunjukkan persentasi kenaikan pendapatan nasionala rill pada tahum sebelumnya.

Pengertian Inflasi

Dalam ilmu ekonomi, inflasi (inflation) adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus menerus (kontinu) selama waktu tertentu. Dengan kata lain juga inflasi adalah suatu proses di mana menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi merupakan proses dari suatu perisitiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat suatu harga. Artinya, apabila tingkat harga tinggi itu belum pasti menunjukkan inflasi. Jika terjadi proses kenaikan harga yang berlangsung secara terus menerus dan saling mempengaruhi berarti terjadi inflasi.

Pengertian Pengangguran

Pengangguran (unemployment) didefinisikan sebagai suatu keadaan di mana seseorang yang tergolong dalam kategori angkatan kerja yang tidak memiliki pekerjaan atau dengan kata lain yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya. Seperti yang kita ketahui, tingginya angka pengangguran, masalah ledakan penduduk, distribusi pendapatan yang tidak merata, dan berbagai masalah lainnya di Negara kita menjadi salah factor utama rendahnya taraf hidup penduduk di Negara kita.

Hubungan Antara Pertumbuhan Ekonomi, Inflasi dan Pengangguran
Dalam jangka pendek, kenaikan tingkat inflasi menunjukkan pertumbuhan perekonomian, namun dalam jangka panjang, tingkat inflasi yang tinggi dapat memberikan dampak yang buruk. Tingginya tingkat inflasi menyebabkan harga barang domestik relatif lebih mahal dibanding dengan harga barang impor. Masyarakat terdorong untuk membeli barang impor yang relatif lebih murah. Harga yang lebih mahal menyebabkan turunya daya saing barang domestik di pasar internasional. Hal ini berdampak pada nilai ekspor cenderung turun, sebaliknya nilai impor cenderung naik.

Kurang bersaingnya harga barang jasa domestik menyebabkan rendahnya permintaan terhadap produk dalam negeri. Produksi menjadi dikurangi. Sejumlah pengusaha akan mengurangi produksi. Produksi berkurang akan menyebabkan sejumlah pekerja kehilangan pekerjaan. Para ekonom berpendapat bahwa tingkat inflasi yang terlalu tinggi merupakan indikasi awal memburuknya perekonomian suatu negara. Tingkat inflasi yang tinggi dapat mendorong Bank Sentral menaikkan tingkat bunga. Hal ini menyebabkan terjadinya kontraksi atau pertumbuhan negatif di sektor riil Dampak yang lebih jauh adalah pengangguran menjadi semakin tinggi. Dengan demikian, tingkat inflasi dan tingkat pengangguran merupakan dua parameter yang dapat digunakan untuk mengukur baik buruknya kesehatan ekonomi yang dihadapi suatu negara.

Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah "pengangguran terselubung" di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh banyak orang.

Pada tahun 1958, pada dasawarsa dimana para pemikir ekonomi sedang ramai-ramainya bertukar pikiran mengenai teori inflasi, A.W. Phillips berhasil menemukan hubungan yang erat antara tingkat pengangguran dengan tingkat perubahan upah nominal. Penemunannya ini diperolehnya dari hasil pengolahan data empirik perekonomian inggris untuk periode 1861-1957. Kurva phillips yang menghubungkan persentase perubahan tingkat upah nominal dengan tingkat pengangguran seperti diuraikan di atas biasa disebut dengan kurva phillips dalam bentuk asli. Di samping itu, ada juga kurva phillips dalam bentuk versi baru yang biasa disebut dengan kurva phillips yang sudah direvisi yang digunakan untuk mengukur tingkat inflasi).


Kurva Phillips

A.W. Phillips menggambarkan bagaimana sebaran hubungan antara inflasi dengan tingkat pengangguran didasarkan pada asumsi bahwa inflasi merupakan cerminan dari adanya kenaikan permintaan agregat. Dengan naiknya permintaan agre-gat, maka sesuai dengan teori permintaan, jika permintaan naik maka harga akan naik. Dengan tingginya harga (inflasi) maka untuk memenuhi permintaan tersebut produsen meningkatkan kapasitas produksinya dengan menambah tenaga kerja (tenaga kerja merupakan satu-satunya input yang dapat meningkatkan output). Akibat dari peningkatan permintaan tenaga kerja maka dengan naiknya harga-harga (inflasi) maka, pengangguran berkurang.
Menggunakan pendekatan A.W.Phillips dengan menghubungkan antara pengangguran dengan tingkat inflasi untuk kasus Indonesia kurang tepat. Hal ini didasarkan pada hasil analisis tingkat pengangguran dan inflasi di Indonesia dari tahun 1995 hingga 2010, ternyata secara statistik maupun grafis tidak ada pengaruh yang signifikan antara inflasi dengan tingkat pengangguran (lihat hasil analisis statistik di bawah ini).

Berbeda dengan di Indonesia, adanya kenaikan harga-harga atau inflasi pada umumnya disebabkan karena adanya kenaikan biaya produksi misalnya naiknya Bahan Bakar Minyak (BBM), bukan karena kenaikan permintaan. Dengan alasan inilah, maka tidaklah tepat bila perubahan tingkat pengangguran di Indonesia dihubungkan dengan inflasi. Karena itu, perubahan tingkat pengangguran lebih tepat bila dikaitkan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi. Sebab, pertumbuhan ekonomi merupakan akibat dari adanya pe-ningkatan kapasitas produksi yang merupakan turunan dari peningkatan investasi.


Hubungan antara tingkat inflasi dan tingkat pengangguran
Dari Gambar di atas diketahui bahwa tingkat inflasi dan tingkat pengangguran memiliki hubungan yang negatif. Artinya jika tingkat inflasi tinggi, maka pengangguran akan menjadi rendah. Atau sebaliknya, penganggguran akan menjadi tinggi jika perekonomian suatu negara mengalami inflasi yang rendah

Kesimpulan

Menurut pembahasan diatas, setelah dibandingkan pola hubungan antara inflasi dan pengangguran di Indonesia dengan teori Phillips yang dikemukakan oleh A.W Phillips, hasilnya tidak dapat dikaitkan ataupun dihubungkan dengan teori tersebut. Artinya, teori Phillips tidak berlaku di negara-negara berkembang terutama untuk Indonesia. Hal ini disebabkan karena Phillips menggunakan asumsi untuk teorinya bahwa inflasi sangat dipengaruhi oleh agregat demand atau permintaan agregat, padahal di negara – negara berkembang, utamanya Indonesia inflasi lebih dipengaruhi oleh niaya produksi. Jika menurut Phillips saat teradi inflasi, perusahaan akan berupaya meningkatkan outputnya demi memenuhi kebutuhan pasar, asumsi agregat demand, sehingga perusahaan akan berupaya meningkatkan sumber daya atau tenaga kerja demi memenuhi kebutuhan masyarakat, akibatnya pengangguran kian menurun, karena dianggap dalam jangka pendek nilai nominal yang dibayarkan perusahaaan kepada tenaga kerja meskipun tetap namun nilai riil upah yang dibayarfkan tersebut menurun.

Akan tetapi berbeda dengan Indonesia, seperti yang disebutkan di atas, inflasi terjadi karena menigkatnya biaya produksi, sehingga secara tidak langsung harga bahan untuk memenuhi output atau permintaan pasar juga meningkat, sehingga perusahaan akan berupaya menekan biaya produksi guna efisiensi perusahaan, akibatnya demi menjaga efisiensi tersebut salah satu langkah yang bisa ditempuh oleh perusahaan adalah mengurangi tenaga kerja dan mengganti dengan mesin, sehingga biaya yang dianggarkapun juga berkurang, dalam artian perusahaan harus mengurangi tenaga keranya dengan cara mem PHK. Namun hal ini tidak dapat diartikan, bahwa di Indonesia hubungan antara inflasi dan pengangguran adalah positip, sebab dalam kenyataannya di Indonesia tidak ada hubungan yang pasti antara inflasi dan pengangguran.


Uang

Pengertian uang
Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran hutang.Beberapa ahli juga menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran.

Teori Uang
Teori nilai uang membahas masalah-masalah keuangan yang berkaitan dengan nilai uang. Nilai uang menjadi perhatian para ekonom, karena tinggi atau rendahnya nilai uang sangat berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi. Hal ini terbukti dengan banyaknya teori uang yang disampaikan oleh beberapa ahli. Teori uang terdiri atas dua teori, yaitu teori uang statis dan teori uang dinamis.

A. Teori Uang Statis
Teori Uang Statis atau disebut juga "teori kualitatif statis" bertujuan untuk menjawab pertanyaan: apakah sebenarnya uang? Dan mengapa uang itu ada harganya? Mengapa uang itu sampai beredar? Teori ini disebut statis karena tidak mempersoalkan perubahan nilai yang diakibatkan oleh perkembangan ekonomi. Yang termasuk teori uang statis adalah:
·         Teori Metalisme (Intrinsik) oleh KMAPP, Uang bersifat seperti barang, nilainya tidak dibuat-buat, melainkan sama dengan nilai logam yang dijadikan uang itu. Contoh: uang emas dan uang perak.
·         Teori Konvensi (Perjanjian) oleh Devanzati dan Montanari, Teori ini menyatakan bahwa uang dibentuk atas dasar pemufakatan masyarakat untuk mempermudah pertukaran.
·         Teori Nominalisme, Uang diterima berdasarkan nilai daya belinya.
·         Teori Negara, Asal mula uang karena negara, apabila negara menetapkan apa yang menjadi alat tukar dan alat bayar maka timbullah uang. Jadi uang bernilai karena adanya kepastian dari negara berupa undang-undang pembayaran yang disahkan.
B. Teori Uang Dinamis
Teori ini mempersoalkan sebab terjadinya perubahan dalam nilai uang. Teori dinamis antara lain:
·         Teori Kuantitas dari David Ricardo, Teori ini menyatakan bahwa kuat atau lemahnya nilai uang sangat tergantung pada jumlah uang yang beredar. Apabila jumlah uang berubah menjadi dua kali lipat, maka nilai uang akan menurun menjadi setengah dari semula, dan juga sebaliknya.
·         Teori Kuantitas dari Irving Fisher, Teori yang telah dikemukakan David Ricardo disempurnakan lagi oleh Irving Fisher dengan memasukan unsur kecepatan peredaran uang, barang dan jasa sebagai faktor yang memengaruhi nilai uang.
·         Teori Persediaan Kas, Teori ini dilihat dari jumlah uang yang tidak dibelikan barang-barang.
·         Teori Ongkos Produksi, Teori ini menyatakan nilai uang dalam peredaran yang berasal dari logam dan uang itu dapat dipandang sebagai barang.

Motif Memegang Uang
Keynes dalam teori Preferensi Likuidasi menjelaskan bahwa motif masyarakat dalam memegang uang ada 3 macam. Antara lain :

Motif Transaksi
Pada pendekatan klasik, diasumsikan bahwa tujuan setiap orang memegang uang adalah sebagai alat tukar. Keynes menekankan komponen permintaan uang ditentukan oleh tingkat transaksi setiap orang. Oleh karena itu, semakin tinggi tingkat pendapatan seseorang maka permintaan orang tersebut terhadap barang atau jasa semakin tinggi pula. Permintaan uang untuk transaksi dipengaruhi oleh tinggi rendahnya tingkat pendapatan nasional.

Motif Berjaga-jaga
Uang digunakan sebagai alat untuk menghadapi ketidakpastian akan kebutuhan di masa mendatang. Keynes percaya bahwa jumlah uang yang dijadikan alat untuk berjaga-jaga ditentukan oleh banyaknya transaksi yang diekspektasikan di masa mendatang. Motif ini juga dipengaruhi oleh tinggi rendahnya pendapatan nasional. Semakin tinggi pendapatan seseorang, maka tingkat kesadaran terhadap masa depan akan semakin tinggi. Kondisi masa depan yang tidak menentu akan mendorong orang untuk melakukan motif ini. Hal tersebut akan membawa kebutuhan yang semakin tinggi akan perlunya uang untuk berjaga. Secara aggregate semakin tinggi pendapatan nasional, maka kebutuhan masyarakat terhadap uang untuk berjaga-jaga juga akan semakin tinggi.

Motif Spekulatif
Keynes juga sependapat bahwa uang merupakan alat ukur kekayaan dan digunakan untuk mendpatkan keuntungan/berinvestasi. Sehingga salah satu alasan seseorang memegang uang adalah untuk alasan spekulatif. Arti spekulasi pada motif ini adalah spekulasi dalam pembelian dan penjualan surat-surat berharga. Motif ini dipengaruhi oleh tingkat suku bunga. Apabila tingkat suku bunga naik, maka harga surat-surat berharga akan turun. Jadi naiknya tingkat suku bunga akan menaikkan permintaan untuk spekulasi dan sebaliknya.

Bank Sentral dan Bank Umum
Bank Sentral

Bank sentral merupakan bank yang mengatur berbagai kegiatan yang berkaitan dengan dunia perbankan dan dunia keuangan disuatu Negara.

Bank sentral di Indonesia bernama Bank Indonesia yang bertugas untuk:

·         Mengatur dan menjaga kestabilan nilai rupiah
·         Mendorong kelancaran produksi dan pembangunan serta memperluas kesempatan kerja guna peningkatan taraf hidup rakyat
Sebagai Bank Sentral, Bank Indonesia melakukan tugas sebagai berikut:
·         Bank Sirkulasi, yakni mempunyai hak tunggal untuk mengedarkan uang kertas dan logam sebagai alat pembayaran yang sah.
·         Banker’snBank Bank Sentral juga dianggap sebagai Bank-nya Bank.
·         Lender of last resort. BI dianggap juga pemberi pinjaman pada tingkat terakhir (kredit likuiditas darurat).
·          
Bank Umum

Bank Umum merupakan bank yang bertugas melayani seluruh jasa – jasa perbankan dan melayani segenap lapisan masyarakat, baik masyarakat perorangan maupun lembaga – lembaga lainnya.

Fungsi Bank-Umum secara lengkap adalah :
·         Mengumpulkan dana yang sementara menganggur untuk dipinjamkan pada pihak lain atau membeli surat berharga.
·         Mempermudah dalam lalu lintas pembayaran uang.
·         Menjamin keamanan uang sementara tidak digunakan, misalnya menghindari risiko hilang, kebakaran, dll.
·         Menciptakan kredit, yaitu dengan cara menciptakan demand deposit dari kelebihan cadangannya.

Perbedaan Bank Sentral dan Bank Umum
Bank Sentral:

1. Lembaga yang tidak mencari keuntungan
2. Kegiatan bank dikelola oleh pemerintah
3. Bertindak sebagai pengawas dan pembina bank
4. Dapat secara langsung mempengaruhi kegiatan usaha bank
5. Mengeluarkan uang kertas dan uang logam
6. Tidak memiliki saingan
7. Bertindak sebagai Lender of The Last Resort bagi perbankan
8. Tidak melayani jasa perbankan bagi individu dan perusahaan non-Lembaga Keuangan

Bank Umum:

1. Merupakan badan usaha yang mencari untung
2. Umumnya secara kuantitas dimiliki dan dikelola oleh pihak swasta
3. Diawasi dan dibina oleh bank sentral
4. Kegiatan operasinya dipengaruhi oleh bank sentral
5. Hanya dapat menciptakan uang giral
6. Melakukan persaingan antar bank
7. Harus memiliki rekening pada bank sentral
8. Melayani baik pribadi maupun perusahaan (masyarakat) secara umum

Kebijakan Moneter
Kebijakan moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu; seperti menahan inflasi, mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera. Kebijakan moneter dapat melibatkan mengeset standar bunga pinjaman, “margin requirement”, kapitalisasi untuk bank atau bahkan bertindak sebagai peminjam usaha terakhir atau melalui persetujuan melalui negosiasi dengan pemerintah lain.

Kebijakan moneter adalah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga. Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Sentral atau Otoritas Moneter berusaha mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali, tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam pasokan/distribusi barang.Kebijakan moneter dilakukan antara lain dengan salah satu namun tidak terbatas pada instrumen sebagai berikut yaitu suku bunga, giro wajib minimum, intervensi dipasar valuta asing dan sebagai tempat terakhir bagi bank-bank untuk meminjam uang apabila mengalami kesulitan likuiditas.

Kebijakan moneter pada dasarnya merupakan suatu kebijakan yang bertujuan untuk mencapai keseimbangan internal (pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas harga, pemerataan pembangunan) dan keseimbangan eksternal (keseimbangan neraca pembayaran) serta tercapainya tujuan ekonomi makro, yakni menjaga stabilisasi ekonomi yang dapat diukur dengan kesempatan kerja, kestabilan harga serta neraca pembayaran internasional yang seimbang. Apabila kestabilan dalam kegiatan perekonomian terganggu, maka kebijakan moneter dapat dipakai untuk memulihkan (tindakan stabilisasi). Pengaruh kebijakan moneter pertama kali akan dirasakan oleh sektor perbankan, yang kemudian ditransfer pada sektor riil.


Daftar Pustaka:
http://pepryan.blogspot.co.id/2016/01/ekonomi-analisis-pendapatan-nasional-uang-bank-inflasi-moneter.html
https://idadwiw.wordpress.com/2012/07/03/bank-sentral-dan-bank-umum/
https://idadwiw.wordpress.com/2012/07/03/kebijaksanaan-moneter/